Dogoba

August 12, 2025

DAPOBUD-OPK: Warisan Budaya Benda,

Pada masa kolonial Belanda, cupu yang terpendam, ditemukan oleh petani. Benda berbentuk sebuah tugu yang menyerupai wadah dari batu andesit. Di bagian atas ada tutupnya yang terbuat dari batu. “Pada saat ditemukan, menurut saksi waktu itu, terdapat intan di atasnya. Entah, intan ini sekarang keberadaannya di mana,” ungkap Kuncoro dengan nada tanya.

Cupu yang ditemukan ini termasuk benda cagar budaya yang ikonik bagi Padukuhan Cupuwatu. Penemuan cupu ini berawal dari seorang petani yang mencangkul perkebunan tebu milik pemerintahan kolonial Belanda. Kurun waktu tahun 1823-1900, saat itu sedang berkembang industrialisasi, sistem tanam paksa atau cultuurstelsel. Saat mencangkul, mata cangkul petani tersebut mengenai sebuah batu cukup besar. Setelah digali lebih lanjut, ditemukan secara utuh. Kemudian batu ini dievakuasi. Didirikan kembali di halaman pabrik gula Tanjungtrito atau Surogeduk, Berbah. Sebab, lahan yang digarap milik tuan tanah dari Belanda. Berbah ini dari Cupuwatu ke arah selatan sekitar dua kilometer.

Setelah beberapa lama berada di Berbah, cupu dipindah ke Loji Kebon atau sekarang dikenal dengan Gedung Negara, Gedung Agung di kawasan Malioboro Yogyakarta. Gedung bersejarah yang pernah dipakai sebagai Istana Negara. Tempat tinggal Presiden Sukarno, saat Ibukota Negara Indonesia pindah ke Yogyakarta tahun 1946. Pemindahan cupu ini atas petunjuk Sri Sultan Hamengku Buwana VII dan perintah Residen Yogyakarta ke-18, Anthony Hendriks Smissaerat. Sebagai hiasan di halaman Loji Kebon, tugu berbahan batu andesit setinggi 3,5 meter ini disebut Dogoba.

Tentang Dogoba, disebut dalam laporan penelitian arkeologi Belanda, Rapporten Van De Commisie In Nederlandsch-Indie Vooe Oudheidkundig Onderzoek Of Java En Madoera 1909 diterbitkan oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, tahun 1911. Secara khusus dalam laporan tersebut ditulis ”(Distrikt Brebah) Desa Tjoepo-watoe.

Dagob van Tjoepo-watoe.” Selain disebut Dogoba, adapula yang menamakan Tugu Lilin. Sebab, tampak seperti lilin yang menyala. Lambang kerukunan beragama, antara Hindu Ciwa dan agama Buddha. Stupa melambangkan agama Buddha yang ditopang lingga yang melambangkan agama Hindu.