| Padukuhan Somodaran, adalah sebuah Padukuhan yang berada di wilayah Kalurahan Purwomartani Kapanewon Kalasan Kabupaten Sleman, dahulu kala Padukuhan Somodaran adalah Padukuhan yang bernama Matamu. Diceritakan bahwa Padukuhan Matamu pada tahun 1700an adalah mempunyai luas lebih kurang 100 hektar, dan dihuni oleh beberapa kepala keluarga saja. Mata pencaharian penduduknya adalah sebagai petani. Hasil pertaniannya yang melimpah, mampu menjadi salah satu lumbung pangan bagi keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. |
Tersebutlah seorang pengageng wilayah, dia adalah Kyai Somodoro, beliau ini adalah yang dijadikan tetua di wilayah Padukuhan Matamu. Hingga pada suatu ketika datanglah seorang priyayi menunggangi kuda singgah di Padukuhan Matamu dan bertanya kepada seorang warga yang tidak lain adalah Kyai Somodoro, si penunggang kuda tersebut mengenakan pakaian adat jawa dan terlihat seperti seorang bangsawan jawa. Dan bertanyalah orang yang menunggangi kuda tersebut kepada Kyai Somodoro, “Wahai Kisanak, saya telah berkuda cukup lama dari kraton hingga sampai kesini, tapi saya belum tau nama daerah ini, apakah kisanak tau apa nama daerah ini? Dan tanpa basa basi, Kyai Somodoro menjawab “Matamu”. Jawaban kyai Somodoro tersebut ternyata menyinggung perasaan sang penunggang kuda, tanpa pikir panjang dan basa basi seorang priyayi penunggang kuda tersebut menghunuskan sebuah tombak yang ada di tangan penunggang kuda tersebut tepat di leher Kyai Somodoro, hingga meninggal. Semenjak Saat itu Padukuhan Matamu berganti nama menjadi Padukuhan Somodaran, untuk menghormati pengageng wilayah tersebut yang mati karena kesalahpahaman.

